NISP - PT. Bank OCBC NISP Tbk

Rp 890

0 (0%)

JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp 765 miliar atau meningkat 15% secara year on year (yoy) dari Rp 663 miliar pada periode yang sama tahun 2018.

Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, aset OCBC NISP juga meningkat 10% yoy menjadi Rp 117,5 triliun di akhir kuartal I 2019 lalu. Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8% dari Rp 121,1 triliun pada kuartal I 2018 menjadi Rp 130,5 triliun akhir kuartal I 2019.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit baru tumbuh sebesar 6% yoy menjadi Rp 117,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 110,7 triliun.

Non performing loan (NPL) Bank OCBC NISP juga relatif stabil di level 1,8% secara gross. Sementara secara net naik 20 basis poin (bps) dari 0,7% menjadi 0,9%.

"Pada tahun 2019 ini, Bank OCBC NISP yakin industri perbankan tetap mencatatkan pertumbuhan positif, sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia," ujar Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (30/4). Bank Indonesia memprediksi industri perbankan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10%-12%. Sementara pertumbuhan DPK perbankan sebesar 8%-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

Sementara itu, dari sisi rasio keuangan beberapa terjadi perbaikan. Terutama dari cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 45,3%, return on asset (ROA) juga naik 10 basis poin menjadi 2,3% di kuartal I 2019. Dari segi likuiditas, loan to funding ratio (LFR) juga menurun 2,2% secara tahunan dari 87,6% menjadi 85,4%.

Kendati demikian, tingkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) relatif menurun 0,3% dari kuartal I 2018 menjadi 3,9% di periode akhir Maret 2019. (AM)