Pilihan Bahasa
English - 中文 - 日本語 - Bahasa Indonesia
N

PTPN V dorong produktivitas dan kesejahteraan petani karet rakyat di Riau

15 April 2019 02:36 PM  Emiten: []
Rp. 0  0 (0%)

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V, BUMN yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet di Riau, berkomitmen melakukan inovasi bisnis guna meningkatkan kinerja perseroan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di wilayah operasionalnya. Salah satu inovasi yang digagas manajemen PTPN V adalah Program Insentif Untuk Karet Rakyat.

Program Insentif Untuk Karet Rakyat berupa pemberian subsidi harga bahan olah karet rakyat (bokar). Program yang dilakukan secara khusus dan terbatas ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani karet serta menjadi stabilisator harga karet di pasar. Saat ini, Program Insentif Untuk Karet Rakyat telah diterapkan di dua wilayah unit kerja PTPN V yaitu Bukit Selasih dan Sei Lindai, Riau.

Program yang telah dilaksanakan sejak minggu ketiga Februari 2019 ini terdiri dari sejumlah kegiatan antara lain, melakukan pembelian karet secara langsung kepada petani plasma dengan ikut serta tender yang dilaksanakan kelompok tani, melakukan pembelian bokar kepada petani rakyat dilakukan secara langsung, dan melakukan sosialisasi kepada petani untuk ikut serta dalam program ini sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat

“Sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, Program Insentif Untuk Karet Rakyat terbukti dalam waktu singkat telah berhasil membawa manfaat positif yang besar bagi kesejahteraan petani karet di Riau. Setelah dilakukan Program Insentif Untuk Karet Rakyat, telah terjadi peningkatan harga beli Bokar di pasar karet lokal sebesar 23,48%. Selain itu, insentif yang kami berikan terbukti mampu membuat pergerakan harga pasar karet lebih kompetitif dan harga tidak lagi dipermainkan oleh pengumpul besar,” tegas Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa.

Hingga minggu pertama April 2019, Program Insentif Untuk Karet Rakyat telah dinikmati hasilnya oleh total 2.923 petani, yang terdiri dari 983 orang petani di wilayah kerja Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR) Bukit Selasih (BSE) di Indra Giri Hulu dan 1.940 orang petani yang berada di wilayah Kebun Sei Lindai (SLI) di Kampar, Riau. Sementara jumlah insentif yang telah dikucurkan bagi karet petani hingga Minggu pertama April 2019, telah mencapai Rp 3,6 miliar. (LM)

E
Berita Pilihan
Data tidak ditemukan