JAKARTA - Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan dirinya sudah mengetahui solusi untuk mengatasi persoalan defisit BPJS Kesehatan. Tanpa mengungkapkan secara rinci, ia mengatakan bahwa solusi tersebut telah dipegang oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Menkes sudah menyampaikan di ratas (rapat terbatas) kemarin (5/12). Jurusnya sudah ketemu,” ujar Jokowi setelah sidak RSUD Kota Cilegon, Banten seperti dikutip CNN Indonesia, Jumat (6/12).

Minggu lalu, Terawan meminta BPJS Kesehatan untuk mengendalikan pengeluaran dengan membatasi pelayanan pada pelayanan dasar. Hal ini dinilai akan membantu menekan defisit selain dengan menaikkan iuran.

“Kalau uangnya terbatas, pengeluarannya ya harus terbatas. Kalau tidak ya sampai ke ujung dunia ilmu ekonominya pasti defisit,” kata Terawan pada saat itu.

Pada tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp 32,8 triliun tanpa kenaikan iuran. Jika iuran dinaikkan, jumlah tersebut dapat ditekan menjadi Rp 13,3 triliun. (MS)