AIMS - PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk

Rp 138

-5 (-3,62%)

JAKARTA - Lima perusahaan terbuka berpotensi terhapus dalam pencatatan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena transaksi saham mereka telah disuspensi lebih dari 1 tahun.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, perusahaan yang berpotensi delisting tersebut antara lain, PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN), PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS), PT Cakra Mineral Tbk (CKRA), dan PT Bumiputera Investasi Indonesia Tbk/PT Ever Gren Invesco (GREN).

Jumlah modal ditempatkan dan disetor GREN sebesar Rp 469,41 miliar dengan susunan pemegang saham antara lain, Natural Crystal Holding Inc 53,26%, First Venture Limited 6,22%, dan masyarakat 40,52%.

Jumlah modal ditempatkan dan disetor CKRA sebesar Rp 510,60 miliar dengan susunan pemegang saham yakni, Redstone Resources Pte Ltd 74,04%, Interventure Capital Pte Ltd 17,82%, dan masyarakat 8,14%.

Jumlah modal ditempatkan dan disetor BORN sebanyak Rp 17,85 miliar dengan susunan pemengang saham yaitu, PT Republik Energi dan Metal 59,50%, masyarakat 39,57%, saham treasuri 0,93%.

Jumlah modal ditempatkan dan disetor ITTG sebanyak Rp 34,47 miliar dengan komposisi pemegang saham yakni, Goodwill Investment Services sebesar 75,45% dan masyarakat 24,55%. Sedangkan jumlah modal ditempatkan dan disetor AIMS sebesar Rp 220 juta dengan komposisi pemegang saham antara lain, Effendi Leman 5,03%, PT Aims Indo Investama 83,64%, dan masyarakat 11,33%. (LK)