JAKARTA. Rasio kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) di sejumlah perusahaan fintech diperkirakan naik ke level 4% pada 2020, setelah menyentuh angka 3,51% per November 2019.

Tumbur Pardede, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI), mengatakan proyeksi kenaikan NPF tersebut masih cukup wajar. Alasannya, kata Pardede, banyak perusahaan fintech pendanaan yang masuk ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“NPF tinggi karena semakin banyak perusahaan fintech yang terdaftar di OJK, ekspansi bisnis fintech ke berbagai daerah,” kata Pardede seperti dikutip Kontan pada Minggu (5/1) kemarin.

Selain itu, Pardede mengakui bahwa risiko NPF fintech pendanaan memang lebih besar dibandingkan dengan bank. AFPBI mengaku hal ini dipengaruhi kebiasaan masyarakat unbankable, yang tidak terbiasa membayar tagihan secara tepat waktu. (KR)