JAKARTA - Kementerian BUMN berencana untuk mengkonsolidasikan seluruh dana pensiun perusahaan-perusahaan milik negara dalam satu atap.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, kebijakan tersebut diambil untuk mencegah kasus gagal bayar seperti yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) agar tidak terjadi di dana pensiun BUMN.

“Ke depan, dana-dana pensiun yang ada di BUMN akan dijadikan satu atap. Kami tidak mau pekerja BUMN yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, ketika pensiun dananya enggak ada,” kata Erick seperti dikutip Bisnis.com, Minggu (5/1).

Selain itu, ujar Erick, Kementerian BUMN juga terus melakukan perbaikan dengan mengangkat figur-figur kredibel dengan rekam jejak yang baik ke berbagai jabatan di BUMN.

“Saya yakin direksi BUMN memiliki satu visi dengan saya. Kami semua ingin BUMN jauh lebih baik sisi pengelolaan,” pungkas Erick. (MS)