JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku optimis investasi dari China ke Indonesia tetap bisa tumbuh, kendati ketegangan di wilayah perairan Natuna memanas.

Dalam pertemuan China Business Forum di Jakarta pada Kamis (9/1) hari ini, Lahadalia menyampaikan agar investor China yang telah menjalankan bisnis di Indonesia, masuk ke dalam pasar modal di Indonesia. “Dengan adanya listing perusahaan RRT di Indonesia, menandakan hubungan Indonesia dengan RRT semakin membaik,” kata Lahadalia.

Selama 5 thaun terakhir, (2014-Q3 2019) investasi China di Indonesia merupakan ketiga terbesar, setelah Singapura dan jepang. Realisasi investasinya mencapai US$13,1 miliar.

BKPM mencatat persoalan izin saat ini masih menjadi hambatan bagi investasi China di Indonesia. Oleh karena itu Lahadalia, mengaku saat ini BKPM diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk membereskan perizinan yang menghambat investasi di Indonesia. (KR)