JAKARTA. Pemerintah Indonesia mengklaim mandatori biodiesel 30% atau B30 dapat mengatasi defisit neraca perdagangan dan meningkatkan ekspor.

Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, optimis dengan hal tersebut karena program B20 yang diinisiasi sejak 2018 telah sukses. “Dengan pengalihan ke B30 di tahun ini, maka harga ekspor CPO meningkat dan impor migas khususnya solar menurun,” kata Simorangkir seperti dilansir Kontan pada Selasa (14/1) hari ini.

Sepanjang Januari-November 2019, defisit neraca dagang pada sektor migas mencapai US$8,31 miliar. Kemenko Perekonomian menilai kondisi defisit ini sudah membaik, dibandingkan defisit migas 2018 yang mencapai US$12,38 miliar.

Meskipun demikian, Simorangkir mengakui bahwa harga CPO di pasar global sempat melemah pada sejak 2018. Namun pihaknya optimis harga CPO dapat pulih pada tahun ini. (KR)