JAKARTA - Perusahaan rintisan atau startup peer-to-peer (P2P) lending Modalku telah menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari Rp 11 triliun hingga tahun 2019.

Secara total, hingga tahun tersebut Modalku telah melayani lebih dari 1,4 juta transaksi di sektor UMKM Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

“Kita memberikan modal kerja dan juga invoice financing. Sebenarnya banyak sekali industri yang kami layani, cuma bisa dilihat fokus kami untuk industri jasa, e-commerce dan perdagangan,” kata Head of Public Relations Modalku Ariani R. Hadioetomo dalam acara peluncuran kampanye perusahaan yang bertajuk #SejutaMimpi di Kuningan City, Jakarta Selatan pada hari Rabu (29/1).

“Selain itu, kita juga banyak menjalin lebih banyak lagi kerja sama dengan berbagai pihak, dan juga meluncurkan produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan daripada borrower-borrower kami.”

Untuk tahun 2020, tambah co-founder dan COO Modalku Iwan Kurniawan, perusahaan akan fokus melakukan penetrasi pasar dan meningkatkan kualitas pelayanan, tanpa menentukan target penyaluran pinjaman yang spesifik.

“Harapannya, semakin banyak UMKM yang bisa mendapatkan akses pendanaan dan merasakan dampak positif dari solusi yang diberikan Modalku,” ujar Iwan. (MS)