JAKARTA - Indonesia  terus berupaya membuka peningkatan akses pasar ekspor Indonesia ke Selandia Baru. Beberapa di antaranya yaitu akses pasar tenaga kerja dan produk pertanian. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo yang menjadi ketua Delegasi RI saat menghadiri Forum Senior Official’s Meeting on Trade and Investment Framework (SOMTIF) ke7 di Wellington, Selandia Baru, hari Rabu (12/2). Sedangkan, Delegasi Selandia Baru dipimpin oleh Principal Adviser, Trade and Economic Group, Ministry of Foreign Affairs and Trade Mark Trainor.

"Pada SOMTIF kali ini, Delegasi RI memperjuangkan akses pasar tenaga kerja Indonesia agar dapat memasuki Selandia Baru. Selain itu, juga akses untuk produk buah-buahan tropis Indonesia, khususnya terkait penyelesaian hambatan non-tarif untuk produk manggis, pisang, nanas, salak, dan mangga," kata Iman. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total perdagangan Indonesia dengan Selandia Baru pada 2019 mencapai USD 1,2 miliar. Ekspor Indonesia ke Selandia Baru tercatat sebesar USD 445,2 juta dan impor Indonesia dari Selandia Baru tercatat sebesar USD 763,5 juta. (LM)