JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat ada 404 kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama 2019 lalu.

Hal tersebut mendorong PT Pertamina (Persero), perusahaan penyalur BBM milik Pemerintah Indonesia, untuk mendigitalisasi nozzle di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). "Sekarang sudah terinstal sekitar 3.700 hingga 4.000 SPBU dari target 5.518 SPBU," kata Mas’ud Khamid, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, seperti dikutip Kontan pada Minggu (16/2) kemarin.

Lewat digitalisasi tersebut, Khamid yakin Pertamina akan bisa mengawasi penyaluran BBM di setiap SPBU.

Sementara itu Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, mengaku telah menyampaikan program ini kepada Komisi IV DPR RI. Program ini ditargetkan selesai sampai akhir tahun. (KR)