JAKARTA. Moody’s, agensi kredit rating dari Amerika Serikat, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meleset dari target pemerintah menjadi di bawah 5% pada 2020.

Anushka Shah, Analis Senior Moody’s, mengatakan hal itu dipengaruhi oleh rendahnya permintaan komoditas Indonesia ke China dan wabah corona pada awal tahun ini. “Kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan melambat ke kisaran di bawah 5% pada 2020 karena pertumbuhan global yang masih belum memanas,” jelas Shah lewat laporan resmi.

Meskipun demikian, Moody’s menilai kondisi perekonomian Indonesia masih cukup kuat, dibandingkan dengan negara lain yang memiliki peringkat utang “Baa”.

Shah mengakui rasio penerimaan Indonesia terhadap PDB masih rendah yaitu 12,4%. Sementara negara lain dengan peringkat utang yang sama, memiliki rasio penerimaan 27,6%. Namun beban utang pemerintah Indonesia, kata Shah, hanya 30% dari PDB per 2019. Sementara beban utang negara lain 47,3%. (KR)