JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dinilai masih punya ruang untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada awal tahun ini, untuk mengantisipasi ketidakpastian global terhadap perekonomian dalam negeri, menurut para ekonom.

Eric Sugandi, Peneliti Ekonomi Senior di Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI, mengatakan pemangkasan suku bunga menjadi 47,5% dinilai perlu dilakukan pada Februari ini. “Pemotongan ini akan membantu memberi stimulus kepada pertumbuhan ekonomi dari sisi moneter di tengah risiko perlambatan ekonomi global,” kata Sugandi kepada Kontan pada Selasa (18/2) kemarin.

Sementara itu Bhima Yudhistira, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan penurunan suku bunga tersebut bakal meningkatkan penyaluran kredit untuk pelaku usaha. “Dan menciptakan kepercayaan pada sektor keuangan,” jelas Yudhistira.

Kendati demikian, Yudhistira mengakui penurunan suku bunga tersebut tidak dapat dirasakan dalam waktu dekat. Namun relaksasi ini akan menjaga biaya produksi dalam negeri, serta mengantisipasi perlambatan ekonomi. (KR)