BNLI - PT. Bank Permata Tbk

Rp 1.220

+10 (+1,00%)

JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) meraup laba bersih sebesar Rp 1,50 triliun sepanjang tahun 2019, naik kisaran Rp 600 juta dibandingkan periode serupa tahun lalu, laba bersih tercatat sebanyak Rp 901.25 miliar. Kenaikan kinerja laba disebabkan pertumbuhan pendapatan bunga, transaksi perdagangan, dan keuntungan perdagangan efek untuk investasi.

Seperti dikutip dari Laporan Keuangan per 31 Desember 2019, yang dipublikasikan BEI, Rabu (19/2), BNLI mengumpulkan pendapatan bunga sebesar Rp 10,11 triliun naik dari Rp 9,41 triliun pada Desember 2018 dan pendapatan syariah sebanyak Rp 1,62 miliar, turun dari Rp 1,66 miliar. Sehingga pendapatan bunga dan syariah bersih tercatat sebesar Rp 5,72 triliun, naik sedikit dibandingkan periode tahun 2018, sebanyak Rp 5,40 triliun.

Dalam laporan keuangan tersebut, pendapatan operasional BNLI tercatat sebesar Rp 7,83 triliun, naik dari Rp 7,36 triliun. Kenaikan ini disebabkan pertumbuhan pendapatan transaksi perdagangan menjadi Rp 575,76 miliar dari Rp 286,18 miliar dan keuntungan penjualan efek menjadi Rp 185.06 miliar dari Rp 17,56 miliar.

Pada periode tersebut, BNLI menyalurkan kredit sebesar Rp 138,22 triliun, naik dari Rp 128,11 triliun pada periode 2018. Di mana komposisi penyaluran kredit terbesar kepada pihak ketiga sebanyak Rp 104,32 triliun dan pihak berelasi sejumlah Rp 757,13 miliar. (LK)