GIAA - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Rp 68

+2 (+2,99%)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tidak akan gagal bayar surat utang senilai US$500 juta yang akan jatuh tempo pada 3 Juni 2020 dan saat ini tengah membicarakan opsi pelunasan dengan sejumlah bank lokal dan asing, kata Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra.

“Yang jelas tidak mungkin kami akan gagal bayar surat utang ini. Kami tengah berdiskusi dengan beberapa bank dari luar Indonesia serta bank-bank BUMN,” kata Irfan dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Jumat (20/3).

“Perkembangan diskusi tersebut cukup positif dan kami sedang memfinalisasi ketentuan-ketentuan yang ada. Kami berharap bisa melunasi daripada merestrukturisasi utang ini.”

Maskapai plat merah tersebut merupakan salah satu maskapai yang paling terdampak pandemi penyakit virus corona atau Covid-19, yang mengakibatkan banyak negara membatasi perjalanan internasional. Beberapa maskapai seperti Emirates dan Etihad Airways dari Uni Emirat Arab bahkan menghentikan sementara hampir semua penerbangan penumpang karena wabah tersebut.

Harga saham Garuda dibuka di angka Rp 150 pada awal sesi pertama perdagangan hari Selasa (24/3), stagnan dari penutupan di hari sebelumnya. Menurut data Bloomberg, harga saham Garuda telah jatuh 64% sejak Irfan diangkat sebagai Direktur Utama pada bulan Januari. (MS)