JAKARTA - Kementerian Perindustrian pacu distribusi dan produktivitas industri pengolahan makanan dan minuman (mamin) guna memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat menghadapi Covid-19.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pihaknya terus menjaga produktivitas hingga distribusi sektor industri mamin di dalam negeri. "Upaya ini agar pasokan pangan bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Misalnya, demand susu yang cukup naik, karena termasuk untuk meningkatkan imun,” katanya dikutip dari laman Setkab.go.id, Rabu (1/4).

Dia optimistis pelaku di industri mamin masih memberikan kontribusi yang signfikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. “Kami juga tetap memprioritaskan pengembangan industri mamin yang tergolong sektor industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, industri mamin tumbuh sebesar 7,78% atau melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02%. Selain itu, industri mamin memberikan sumbangsih paling besar terhadap nilai ekspor nasional, dengan menembus angka US$ 27,28 miliar. Berikutnya, industri mamin menyetor nilai investasi hingga Rp 54 triliun. Bahkan, industri mamin menyerap paling banyak tenaga kerja di sektor manufaktur dengan jumlah 4,74 juta orang hingga Agustus 2019. (LK)