TOKYO - Vision Fund, dana permodalan ventura (venture capital) milik SoftBank Group, diperkirakan akan mencatatkan kerugian sebesar US$16,71 miliar akibat kinerja perusahaan-perusahaan teknologi dalam portofolionya yang terus memburuk, dan mengakibatkan kerugian bagi konglomerasi tersebut untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada hari Senin (13/4), SoftBank mengatakan bahwa kinerja buruk Vision Fund merupakan akibat dari “lingkungan pasar yang terus melemah” di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Vision Fund diproyeksikan akan mencatatkan kerugian usaha tahunan sebesar US$12,5 miliar setelah merugi selama tiga kuartal berturut-turut.

Seperti diwartakan Reuters, kondisi keuangan konglomerasi asal Jepang tersebut tengah berada dalam tekanan akibat kinerja buruk perusahaan-perusahaan rintisan (startup) teknologi dalam portofolionya, termasuk penyedia co-working space WeWork yang harus membatalkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun lalu dan mengalami penurunan tajam valuasi.

Meskipun begitu, dua bulan lalu CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan bahwa WeWork sedang menjalani pemulihan terlepas dari proyeksi yang cenderung pesimistis saat pandemi COVID-19 mulai memburuk.

Sebelum pengumuman tersebut, harga saham SoftBank ditutup dengan pelemahan 3,4%. Sepanjang tahun ini, harga saham SoftBank telah menurun sebesar 11,7%. (MS)