SIMP - PT. Salim Ivomas Pratama Tbk

Rp 310

+2 (+0,65%)

JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat kenaikan utang bank jangka pendek sebesar 27,88% secara year on year (yoy) dari Rp 4,88 triliun menjadi Rp 6,24 triliun.

Kenaikan disebabkan penambahan modal kerja dan pembiayaan kembali untuk melunasi fasilitas kredit jangka panjang dengan memanfaatkan kredit jangka pendek. 

"Kami akan meningkatkan dana dari hasil usaha dengan cara meningkatkan penjualan dan melakukan pembiayaan kembali sebagian utang bank yang akan jatuh tempo," terang Yati Salim Sekretaris Perusahaan SIMP dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/4).

Tahun lalu, utang usaha SIMP yang lewat jatuh tempo juga meningkat dari 42% di 2018 menjadi 48% di tahun 2019 senilai Rp 426,3 miliar. Penyebab utamanya karena pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak ketiga (non plasma) yang penagihan dari vendor terlambat diterima oleh SIMP. 

SIMP juga mencatatkan kenaikan piutang lewat jatuh tempo tahun lalu sebesar Rp 413,54 miliar dari sebelumnya Rp 418,09 miliar. Kenaikan piutang jatuh tempo tersebut berasal dari penjualan ke modern market seperti Indomaret, Alfamart dan Indogrosir. (AM)