JAKARTA - Investasi di sektor manufaktur tercatat sebesar Rp 64 triliun pada triwulan I 2020, atau naik 44,7% dibandingkan periode serupa tahun 2019, sebesar Rp 44,2 triliun.

“Pada kuartal I tahun 2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4% dari total investasi keseluruhan sektor Rp 210,7 triliun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Setkab.go.id pada Senin (27/4).

Adapun rincian nilai investasi sektor industri manufaktur tersebut antara lain, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 19,8 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 44,2 triliun. Pada periode serupa tahun 2019, PMDN sekitar Rp 16,1 triliun dan PMA Rp 28,1 triliun.

Jenis industri manufaktur yang menyumbang investasi besar yakni, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar Rp 24,54 triliun, diikuti Industri Makanan Rp 11,61 triliun, Industri Kimia dan Farmasi Rp 9,83 triliun, Industri Mineral Non Logam Rp 4,34 triliun, serta Industri Karet dan Plastik Rp3,03 triliun.

Selanjutnya, nilai investasi Industri Kertas dan Percetakan sebesar Rp2,99 triliun, Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain Rp 2,14 triliun, serta Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam Rp 1,99 triliun.

Agus menegaskan berupaya mendorong agar industri manufaktur tetap bergerak guna memacu roda perekonomian nasional. Namun demikian, sektor industri diminta memperhatikan pentingnya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan.

Menurut dia, sebelum terjadi pandemi Covid-19, industri pengolahan masih menunjukkan gairah positif dengan capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Februari 2020 di posisi 51,9 atau tertinggi sejak tahun 2005.

“Kami optimistis, dengan melakukan upaya mitigasi atau menerbitkan kebijakan-kebijakan strategis pada masa pandemi Covid-19 ini, tidak mustahil bahwa Indonesia sebelum tahun 2030 sudah bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” katanya. (LK)