EXCL - PT. XL Axiata Tbk

Rp 2.530

+50 (+2,02%)

JAKARTA - Provider jasa telekomunikasi diminta mengurangi titik yang tidak terjangkau sinyal (blindspot) di sejumlah daerah guna memudahkan komunikasi konsumen di tengah penanggulangan pandemi Covid-19. Hal itu diutarakan Bambang Pattidjaya, anggota Komisi VI DPR dalam Rapat Dengar Pendapatan (RDP) dengan PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) kemarin, dikutip dari laman dpr.go.id pada Selasa (12/5).

Menurut dia, saat ini masyarakat sangat membutuhkan jaringan komunikasi yang cepat untuk melakukan hubungan jarak jauh. “Masyarakat menaruh harapan kepada kami untuk dapat menyelesaikan permasalahan blindspot. Apakah bisa dibantu dan sebagainya. Oleh karena itu, kami menyampaikan satu harapan kepada jajaran manajemen XL maupun Indosat, mohonlah jika kemudian ada surat rekomendasi dari Anggota DPR RI yang ditujukan kepada manajemen ini untuk daerah blindspot, mohon dapat ditanggapi,” katanya.

Dia mengatakan tindak lanjut untuk mengurangi jumlah blindspot sinyal akan menguntungkan bagi seluruh pihak. “Bagi kami penting karena ini berkaitan dengan masalah kinerja, dan sebaliknya bagi Indosat ataupun XL itu sangat baik untuk meng-cover wilayah yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina meminta PT XL Axiata dan PT Indosat memberikan kemudahan di sektor pendidikan bagi anak sekolah yang belajar dari rumah dan transaksi online pelaku usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kondisi dampak Covid-19.

"Saya berharap, XL dan Indosat dapat mengurangi Blank Spot yang masih banyak di daerah-daerah. Saya sangat apresiasi perusahaan-perusahaan yang memberi sumbangan pada negara mencapai Rp 4 triliun tiap tahunnya. Ini menunjukkan betapa besarnya keuntungan sektor telekomunikasi selular ini karena hampir seluruh rakyat Indonesia tidak lepas dari gawai,” katanya. (LK)