BTEL - PT. Bakrie Telecom Tbk

Rp 50

0 (0%)

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan saham (delisting) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tahun depan, apabila perusahaan milik grup Bakrie tersebut tidak dapat memperbaiki performa bisnis dan keuangannya.

Dalam surat keterangan resmi, BEI menyebutkan saham BTEL telah disuspensi sejak 12 bulan lalu di pasar reguler dan pasar tunai. “Masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 27 Mei 2021,” jelas Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI Adi Pratomo Aryanto dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Ivan Susandy.

Sementara itu pada 2019, BTEL telah 2 kali memperoleh pendapat ‘Disclaimer’ dari kantor akuntan publik yang mengaudit laporan tahunannya. Pendapat ‘Disclaimer’ biasanya diberikan oleh auditor yang mengalami pembatasan tertentu selama mengaudit perusahaan, sesuai standar yang ada.

Di sisi lain, nilai ekuitas BTEL telah berada di level negatif sejak 2013. Kemudian utang perseroan juga naik hampir 2 kali lipat dari RP7,16 triliun di 2010, menjadi Rp16,3 triliun pada akhir September 2019.

Sebagai informasi, saham BTEL dimiliki oleh PT Huawei Tech Investment sebanyak 16,8%, PT Mahindo Agung Sentosa 13,6%, PT Era Bhakti Persada 5,5%, Raffeisen Bank International 6%, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) 0,1%. Saham yang beredar di publik mencapai 58%. (KR)