JAKARTA. Kementerian Perdagangan menurunkan lagi harga referensi Crude Palm Oil (CPO) yang dikenai bea keluar sebesar 10,42% dari Mei 2020 menjadi minimal US$568,94 per metrik ton, atau dipangkas US$66,21 untuk periode Juni 2020.

Wisnu Wardhana, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan untuk periode Juni 2020 ini, CPO masih dibebaskan dari bea keluar. “Saat ini harga referensi CPO berada pada level di bawah USD 750/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 0/MT untuk periode Juni 2020,” jelas Wardhana lewat siaran pers.

Sementara itu, harga referensi biji kakao untuk periode yang sama ditetapkan sebesar US$2.392,59 per metrik ton. Harga referensi ini naik 4,79% dari periode Mei 2020.

Peningkatan harga referensi biji kakao tersebut, menurut Kementerian Perdagangan, disebabkan oleh harga biji kakao yang menguat di pasar internasional. Meskipun demikian, peningkatan harga referensi biji kakao tidak mengubah nilai bea keluar sebesar 5% sesuai Peraturan menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2017. (KR)