ZINC - PT. Kapuas Prima Coal Tbk

Rp 142

0 (0%)

JAKARTA - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 885,1 miliar pada tahun 2019. Jumlah tersebut meningkat 17,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 754,5 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan ZINC yang berakhir pada 31 Desember 2019, kontribusi terhadap pendapatan didominasi oleh penjualan Zinc senilai Rp 474,15 miliar. Kemudian, penjualan galena - timbal sebesar Rp 205,15 miliar, perak sebesar Rp 204,24 miliar dan bijih besi sebesar Rp 1,55 miliar. Sedangkan di 2018, kontribusi dari penjualan zinc tercatat sebesar Rp 432 miliar. Kontribusi dari penjualan galena - timbal tercatat Rp 219,70 miliar dan penjualan perak sebesar Rp 102,34 miliar. 

Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja mengatakan bahwa pencapaian tersebut didorong oleh meningkatnya hasil produksi logam dasar perseroan yang melebihi target. Tahun lalu, ZINC memproduksi ore sebesar 476.000 ton atau naik 39,4% yoy. 

"Untuk tahun ini, ZINC menargetkan produksi ore sebesar 600.000 ton. Jumlah ini di atas realisasi produksi ore perusahaan di tahun lalu sebesar 476.000 ton. Kami juga mentargetkan penjualan sebesar US$ 50-80 juta untuk produk konsentrat seng dan timbal, namun dikarenakan banyaknya faktor yang berdampak pada ketidakpastian dalam perekonomian Indonesia dan global, kami akan lihat dampaknya lebih jauh setelah bulan Juni terhadap target tahun ini,” ujar Harjanto dalam rilis pers

Beban usaha dan beban lain-lain ZINC tercatat masing-masing sebesar Rp 115,58 miliar dan Rp 35,17 miliar di 2019. Alhasil, laba bersih perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 178,60 miliar atau naik 62,3% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 110,15 miliar. (LM)