KLBF - PT. Kalbe Farma Tbk

Rp 1.515

-15 (-0,98%)

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan hanya akan mendapat bagian dari penjualan vaksin covid-19, setelah melakukan kerja sama pengembangan dengan Genexine, perusahaan farmasi asal Korea Selatan.

“Meski belum ada penjelasan resmi, kami yakin peran KLBF dalam kerja sama tersebut hanya terbatas pada ‘uji klinis’ dan tidak dalam lingkup keahlian farmasi,” jelas Lakshmi Rowter dan Adrian Joezer, Analis Mandiri Sekuritas, dalam laporan risetnya.

Meskipun diperkiakan tidak akan mendapat paten dari vaksin covid-19, namun KLBF menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang fokus mengembangkan vaksin untuk covid-19.

Selain itu, perusahaan yang 42,98% sahamnya dimiliki oleh investor publik ini, juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, untuk uji coba klinis. Sementara itu perusahaan selain Kalbe Farma dibatasi untuk mengembangkan obat herbal untuk covid-19.

Rowter dan Joezer menjelaskan produksi massal vaksin untuk covid-19 juta membutuhkan waktu yang cukup lama. KLBF sendiri masih akan memulai uji coba vaksin covid-19 fase pertama pada Juni 2020. Sedangkan proses uji klinis vaksin ini, diperkirakan butuh waktu sekitar 6 sampai 24 bulan.

“Pihak manajemen KLBF juga tidak memberikan gambaran mengenai berapa lama uji coba klinis vaksin ini. Investasi yang dikeluarkan serta target pendapatan dari pengembangan vaksin covid-19 juta juga masih belum diumumkan,” jelas Rowter dan Joezer. (KR)