WASHINGTON - Negara-negara berkembang dan masyarakat internasional kini dapat memulai melaksanakan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pemulihan dari dampak pandemi virus corona (COVID-19), tulis analisis dari Bank Dunia.

Menurut analisis tersebut, langkah-langkah responsif jangka pendek untuk mengamankan layanan publik yang esensial di tengah kondisi darurat kesehatan masyarakat harus disertai dengan kebijakan yang komprehensif untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, termasuk dengan mendorong investasi di sektor kesehatan masyarakat.

Selain itu, Presiden Grup Bank Dunia David Malpass memaparkan bahwa pilihan kebijakan yang fokus terhadap transparansi utang yang lebih baik untuk menarik investasi baru, kemajuan di bidang konektivitas digital, dan peningkatan kualitas jaringan pengaman tunai akan membantu menangkal dampak negatif pandemi COVID-19 dan mendorong pemulihan yang lebih kuat.

"Pembiayaan dan pembangunan infrastruktur yang produktif merupakan salah satu tantangan pembangunan yang paling sulit diselesaikan dalam pemulihan pasca-pandemi," kata Malpass dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Selasa (2/6).

"Kita perlu melihat adanya langkah-langkah untuk mempercepat jalannya perkara dan penyelesaian kepailitan serta reformasi terhadap subsidi, monopoli, dan perlindungan bagi badan usaha milik negara yang memperlambat pembangunan."

Analisis tersebut merupakan bagian dari edisi terbaru laporan Global Economic Prospects Bank Dunia, yang akan diterbitkan pada tanggal 8 Juni 2020. Laporan tersebut juga akan mencantumkan prediksi perekonomian global terbaru dari Bank Dunia. (MS)