ACST - PT. Acset Indonusa Tbk

Rp 296

-2 (-0,68%)

JAKARTA - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berencana menambah modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahun ini. Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan akan melepas sebanyak-banyaknya 15 miliar saham.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di United Tractors Grand Ballroom, Jakarta Timur pada hari Senin (8/6). Perusahaan berharap rights issue dapat memperkuat struktur permodalan setelah membukukan kerugian bersih sebesar Rp 1,1 triliun di tahun 2019.

“ACST menutup tahun 2019 dengan laba yang terkoreksi cukup signifikan sebagai dampak dari keterlambatan penyelesaian proyek. Hal ini menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, overhead, dan biaya lainnya yang dialokasikan untuk percepatan penyelesaian proyek,” kata Corporate Communications Assistant ACST Theresia Phang dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com.

Selain itu, RUPLSB perusahaan juga menyetujui pengangkatan Idot Supriadi sebagai Presiden Direktur menggantikan Jeffrey G. Chandrawijaya. Sebelumnya, Idot menjabat sebagai Direktur Dukungan Produk PT United Tractors Tbk (UNTR). (MS)