JAKARTA - Gojek telah mengonfirmasi tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 pegawai, 90% dari total pegawai perusahaan rintisan (startup) tersebut.

Sebagian besar pegawai yang terkena PHK berasal dari divisi yang mengurus fitur GoLife dan GoFood Festival, yang pengoperasiannya akan dihentikan untuk sementara karena pandemi virus corona (COVID-19).

“Sebelumnya kami melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan pertumbuhan perusahaan dan dampak yang bisa dihasilkan, namun secara naif kami membayangkan bahwa pertumbuhan akan terus terjadi dengan cepat,” kata co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam surel internal kepada pegawai pada hari Selasa (23/6).

“Kami tidak cukup mengantisipasi bahwa akan ada penurunan yang tidak dapat dihindari, dan kini kami membayar untuk itu.”

Dalam keterangan resmi, Andre dan co-CEO Kevin Aluwi mengatakan bahwa PHK tersebut merupakan satu-satunya pengurangan pegawai yang terkait dengan COVID-19 yang akan terjadi. Selain itu, pegawai yang terdampak juga akan menerima kompensasi berupa pesangon, perpanjangan asuransi kesehatan, dan dukungan penempatan.

Seperti diwartakan DealStreet Asia, saat ini Gojek tengah menggelar putaran pendanaan Seri F yang sejauh ini sudah mengumpulkan dana sebesar US$3 miliar, termasuk US$250 juta dari Facebook dan US$30-50 juta dari PayPal. Kedua perusahaan raksasa tersebut memiliki saham di Gojek sebesar masing-masing 2,4% dan 0,6%. (MS)