SINGAPURA - Survei terbaru dari United Overseas Bank (UOB) Ltd, Accenture plc, dan Dun & Bradstreet Corp menemukan bahwa pelaku usaha berskala kecil di Asia Tenggara mengandalkan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Dalam survei yang melibatkan 1.000 usaha kecil di ASEAN tersebut, Thailand memiliki responden tertinggi yang memprioritaskan investasi teknologi pada tahun 2020 sebanyak 71%, diikuti oleh Indonesia (65%), Vietnam (63%), Singapura (60%), dan Malaysia (59%).

Menurut Head of Group Business Banking UOB Lawrence Loh, dampak pandemi COVID-19 terhadap aspek ekonomi, bisnis, dan sosial telah menggarisbawahi pentingnya teknologi untuk menjaga keberlangsungan usaha.

“Setelah dihadapkan pada gangguan operasional bisnis mereka akibat COVID-19, banyak dari perusahaan-perusahaan ini dengan cepat menyadari bahwa teknologi dapat membuat perbedaan pada bisnis mereka,” kata Loh dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Rabu (1/7).

“Baik melakukan perubahan model bisnis atau operasional bisnis, usaha kecil merespons pada perubahan yang disebabkan oleh pandemi dengan beralih pada teknologi untuk memastikan kelangsungan dan daya saing jangka panjang mereka.”

Teknologi, menurut survei tersebut, juga berperan penting dalam pengelolaan arus kas usaha-usaha kecil di ASEAN, dan 81% usaha kecil di ASEAN berpendapat bahwa solusi digital merupakan metode manajemen arus kas yang efektif.

“Usaha kecil yang fokus pada transformasi digital akan menjadi lebih gesit dan bertahan di masa depan serta menikmati imbal hasil yang cepat,” imbuh Direktur Pelaksana Accenture Asia Tenggara Divyesh Vithlani.

“Investasi dalam teknologi ini akan sangat penting karena usaha kecil adalah tulang punggung negara-negara di kawasan ini dan juga merupakan mesin pertumbuhan kami, sehingga kembalinya sektor UKM pasca-COVID-19 akan menjadi titik balik yang cepat untuk perekonomian ASEAN.” (MS)