ADMF - PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Rp 7.550

0 (0%)

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 37% year on year (yoy) menjadi Rp 597 miliar di semester I (1H) tahun 2020.

Penurunan laba bersih tersebut seiring dengan melemahnya industri otomotif dalam negeri akibat pandemi virus corona (COVID-19). Selama 1H, total pembiayaan baru Adira Finance anjlok 47% yoy menjadi Rp 10,1 triliun, sementara penjualan sepeda motor menurun menjadi Rp 4,7 triliun dan penjualan mobil menurun menjadi Rp 3,6 triliun.

“Hingga 30 Juni 2020, jumlah konsumen yang telah melakukan restrukturisasi sebesar 745.000 kontrak atau sekitar Rp 17,4 triliun,” kata Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Selasa (4/8).

Dari sisi keuangan, pada 1H perusahaan membukukan penurunan pendapatan bunga sebesar 1% yoy menjadi Rp 5,8 triliun. Sementara itu, beban operasional naik tipis sebesar 1% yoy menjadi Rp 3,9 triliun.

Menurut Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila, selama krisis COVID-19 perusahaan telah memenuhi tingkat likuiditas dan kebutuhan pendanaan melalui sumber pendanaan yang terdiversifikasi, termasuk pembiayaan bersama dengan induk usaha PT Bank Danamon Tbk (BDMN), fasilitas kredit onshore dan offshore, serta penerbitan obligasi.

“Pada awal tahun 2020, kami memperoleh pinjaman sindikasi offshore sebesar US$300 juta. Pada Juli 2020, kami telah menerbitkan Obligasi PUB V dan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 senilai Rp 1,5 triliun, dan menandatangani fasilitas stand by dari Bank MUFG sebesar US$280 juta,” papar Made. (MS)