TRIS - PT. Trisula International Tbk

Rp 0

-218 (0%)

JAKARTA - PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 14,36% year on year (yoy) menjadi Rp 10,51 miliar di semester I (1H) tahun 2020.

Selain itu, pendapatan perusahaan pada periode tersebut juga terkontraksi sebesar 11,56% yoy menjadi Rp 631,5 miliar akibat beban pokok penjualan yang meningkat karena pandemi virus corona (COVID-19).

“Memang pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan bagi kami sehingga kami perlu menyiapkan berbagai strategi. Diharapkan ke depannya melalui sinergi dengan anak usaha kami dapat meningkatkan kinerja TRIS,” kata Direktur Utama TRIS Santoso Widjojo dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Selasa (4/8).

Selama pandemi, TRIS mendiversifikasi bisnis dengan memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat dan masker non-medis. Perusahaan juga berencana meningkatkan penjualan APD ke pasar ekspornya seperti Australia, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.

“Diharapkan adanya perluasan ekspor ini dapat menambah kontribusi ekspor TRIS, di mana sampai semester I‐2020 penjualan ekspor perseroan memiliki kontribusi sebesar 51% atau sebesar Rp 324,2 miliar,” ujar Santoso.

Saat ini, TRIS berupaya memperluas pasar ekspor melalui dua anak usahanya, yaitu PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trimas Sarana Garment Industry. Selain ketiga negara yang disebut sebelumnya, perusahaan juga tengah membidik pasar Singapura. (MS)