JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) pembukuan digital BukuKas telah mengantongi dana sebesar US$9 juta dalam putaran pendanaan pra-Seri A yang diikuti Cambium Grove Capital, January Capital, S7V, Saison Capital, Speedinvest, dan Surge.

Menurut keterangan resmi, dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas penawaran produk BukuKas dan memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Sebelumnya, startup tersebut telah mengantongi investasi awal dalam jumlah yang tidak diumumkan dan menarik sejumlah investor malaikat seperti Edward Tirtanata dari Kopi Kenangan dan Willy Arifin dari KoinWorks.

Didirikan pada Desember 2019, BukuKas menyediakan layanan manajemen arus keuangan bagi UMKM dengan platform pembukuan digital yang bisa diunduh di ponsel pintar (smartphone). Perusahaan mengklaim telah menggandeng 800.000 UMKM dan peritel di 700 kota dan kabupaten dengan nilai transaksi tahunan sebesar lebih dari US$1,3 miliar.

“Kecepatan pertumbuhan BukuKas dalam delapan bulan sejak peluncurannya menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia sangat siap untuk go digital,” kata CEO dan co-founder BukuKas Krishnan Menon seperti dikutip dari DealStreet Asia, Selasa (18/8).

“73% dari merchant kami berada di luar kota-kota besar, namun sedikit sekali produk dan layanan yang tersedia untuk mereka.” (MS)