JAKARTA - PT Angkasa Pura (Persero) I atau AP I menggunakan pembiayaan mandiri dalam pembangunan tiga bandara yang ditetapkan pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Yogyakarta; terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; dan terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ketiga proyek ini ditetapkan sebagai PSN pada tahun 2017.

Menurut Direktur Utama AP I Faik Fahmi, pembangunan ketiga proyek bandara tersebut menggunakan pembiayaan mandiri untuk mencapai kemandirian ekonomi daerah dan mengurangi beban keuangan negara.

“Pembiayaan mandiri yang dimaksud yaitu melalui penggunaan kas internal maupun penerbitan obligasi perusahaan,” kata Faik dalam keterangan resmi di laman Kementerian BUMN pada hari Minggu (23/8).

“Selain itu, Angkasa Pura Airports juga senantiasa siap menerima penugasan untuk mengelola dan mengembangkan bandara-bandara yang sebelumnya dikelola oleh pemerintah.”

Sebagai informasi, AP I mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 10,5 triliun untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, Rp 2,075 triliun untuk terminal baru Bandara Ahmad Yani, dan Rp 2 triliun untuk terminal baru Bandara Syamsudin Noor.

Untuk membiayai pembangunan bandara, perusahaan menerbitkan Obligasi I Angkasa Pura Airports dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura Airports dengan total nilai Rp 3 miliar serta mengumpulkan pinjaman sebesar Rp 5 triliun dari bank dan lembaga keuangan non-bank pada tahun 2016.

Bandara-bandara lain yang tengah dikembangkan AP I adalah Bandara Internasional Adi Sumarmo di Solo, Jawa Tengah; Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur; Bandara Internasional Lombok di Lombok, Nusa Tenggara Barat; Bandara Internasional El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur; Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan; Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara; dan Bandara Internasional Pattimura di Ambon, Maluku. (MS)