JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari Kamis (17/9) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di angka 4%.

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di angka 3,25% dan suku bunga Lending Facility di angka 4,75%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi video yang disiarkan di kanal YouTube resmi BI pada hari Kamis.

Menurut Perry, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi BI fokus menyediakan likuiditas dan mendukung pemerintah untuk mempercepat realisasi APBN 2020.

Di samping itu, imbuhnya, BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat strategi operasi moneter, memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah, mendorong pengembangan instrumen pasar uang, dan memperluas jaringan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

“Bank Indonesia akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu,” pungkas Perry. (MS)