GUNUNGSITOLI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akan mengirim laboratorium polymerase chain reaction (PCR) ke RSUD Gunungsitoli, Nias untuk mempercepat deteksi virus corona (COVID-19) di wilayah tersebut.

“Selama ini untuk menguji sampel swab harus dikirim ke Medan. Ini membutuhkan waktu yang lama dan sekarang alat transportasi ke sini sudah terbatas,” kata Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam keterangan resmi di laman Kementerian Dalam Negeri, Senin (21/9).

“Kita akan buat lab PCR di rumah sakit ini sehingga ada kepastian untuk masyarakat kita. Mereka tidak perlu menunggu lama untuk hasilnya.”

Untuk sementara, Pemprov Sumatera Utara telah menyiapkan 2.850 alat tes cepat (rapid test) antigen untuk melacak kasus COVID-19 di Nias karena saat ini cartridge untuk Tes Cepat Molekular (TCM) di wilayah tersebut sudah habis.

Menurut Kepala Departemen Mikrobiologi Universitas Sumatera Utara R. Lia Kusumawati, yang juga merupakan anggota tim laboratorium Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumatera Utara, laboratorium PCR di RSUD Gunungsitoli akan memiliki kapasitas pengujian hingga 192 sampel per hari.

“Sekali beroperasi, lab PCR ini mampu menguji 96 sampel dengan kontrol negatif dan positif. Dalam satu hari lab ini memungkinkan untuk dioperasikan dua kali, jadi satu hari kita bisa menguji sekitar 192 sampel,” papar Lia. (MS)