AISA - PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

Rp 294

-2 (-0,68%)

JAKARTA. Forum Investor Retail PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mengungkapkan sejumlah keuntungan jika restrukturisasi perseroan dilakukan melalui private placement ketimbang rights issue.

Ketua Umum Forum Investor Retail AISA (Forsa) Deni Alfianto Amris mengatakan meskipun private placemenet akan terdilusi lebih dari 50%, namun perseroan membutuhkan dana segar dan AISA membutuhkan invetor besar sebagai pengendali.

"Kalau rights issue biasa, ada potensi hilangnya pemegang saham mayoritas sehingga ini akan menjadi liar," ujar Deni kepada Kontan.co.id, Selasa (22/9). Dengan asumsi PT Pangan Sejahtera Investama sebagai anchor buyer menyerap 6 miliar saham Seri B, maka akan timbul efek dilusi 55,62%.

Menurut dia,  Private placement juga memberikan kepastian masuknya dana segar bagi AISA. Dengan harga pelaksanaan Rp 210 per saham, AISA akan mendapat dana segar sekitar Rp 1,26 triliun yang bisa digunakan untuk melunasi utang perusahaan.

Pelunasan utang juga akan menghemat cost of fund hingga Rp 300 miliar per tahun. Sedangkan jika dengan skema rights issue, menurut Deni, belum tentu dana sebesar itu bisa masuk. Imbasnya, AISA masih harus menanggung utang.

Sekretaris Perusahaan AISA Michael Hadylaya mengatakan pihaknya belum menyiapkan rencana cadangan terkait aksi korporasi AISA. "Karena harapan kami pemegang saham bisa mendukung pelaksanaan private placement kami," imbuh Michael. 

 Saat ini, pemegang saham AISA terdiri dari empat pihak, yakni Pangan Sejahtera sebesar 32,78%, Trophy Investor I dan Trophy 2014 Investor masing-masing menguasai 6,27% dan 6,11%, Fidelity sebesar 5,36% dan masyarakat 49,48%. (AM)