JAKARTA. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) melonjak dari 10 menjadi 219 atau 2.090%  di pasar modal pada Semester I-2020. Sedangkan LTKM sektor perbankan pada periode yang sama naik 56.6%.

Kepala PPATK Dian Ediana Rae sebelumnya menyampaikan bahwa secara keseluruhan LTKM yang diterima pada bulan Juni sebanyak 3.359 naik sebanyak 1.094 LTKM atau sekitar 67,4% dari penerimaan bulan Mei 2020 sebanyak 2.265 LTKM.

Oleh karena data statistik itu laporan transaksi yang mencurigakan, maka belum tentu seara faktual akan menjadi kasus pidana, kata Dian seperti dikutip Bisnis.com belum lama ini.

Lebih alnjut Dian mengatakan 'transaksi gelap' via sektor finansial, terutama perbankan dan pasar modal, masih sangat rawan. Pada saat pandemi, tingkat kerawanan ini bahkan, katanya,  naik berkali-kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi berlangsung. Data transaksi keuangan mencurigakan pada Juni 2020,  via perbankan naik hingga 626,7% (yoy) atau dari 15 laporan menjadi 107 laporan.

Sedangkan pada Juni 2019, lembaga intelijen negara tidak menemukan transaksi mencurigkan. Namun Juni tahun ini, PPATK mengidentifikasi 40 laporan transaksi mencurigkan di pasar modal. (AM)