JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memaksimalkan kapasitas layanan rail express untuk memaksimalkan pendapatan di tengah pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Didiek Hartaantyo, Direktur Utama PT KAI (Persero) di Jakarta, Senin (28/9).

Dia mengatakan rail express merupakan layanan angkutan barang menggunakan kereta api yang murah, cepat, dan aman. "Kami masuk ke sektor yang berhubungan langsung ke kustomer," ujarnya.

Menurut dia, langkah itu dilakukan sebagai respon KAI terhadap perkembangan di tengah kondisi saat ini.

Dijelaskannya, tingkat keterisian commuter line saat ini hanya 35-40% dari kapasitas, sedangkan untuk angkutan kereta api (KA) jarak jauh hanya 70%. Sementara itu, volume penumpang kereta hanya 10% dari situasi normal. "Saat situasi normal kereta api mengangkut 1,3 juta penumpang per hari, di mana 1,1 juta penumpang commuter line dan selebihnya penumpang angkutan jarak jauh," ujarnya. (LK)