PTBA - PT. Bukit Asam Tbk

Rp 1.960

-10 (-0,51%)

JAKARTA - Pendapatan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tergerus menjadi Rp 9 triliun pada semester I 2020 dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp 10,6 triliun yang disebabkan penurunan konsumsi energi dunia akibat kebijakan penanggulangan pandemi COVID-19. Sedangkan laba bersih menjadi Rp 1,3 triliun, turun dari Rp 2,01 triliun.

Apollonius Andwie, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengatakan pemberlakuan lock down di China dan India akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan konsumsi energi. "Begitu juga dengan kondisi di dalam negeri yang menjadi mayoritas pasar PTBA. Turunnya konsumsi listrik di DKI Jakarta, Banten, seluruh Pulau Jawa, dan Bali juga berdampak pada penyerapan batu bara domestik, katanya di Jakarta, Rabu (30/9).

Dia mengatakan penurunan harga batu bara sepanjang tahun ini juga memengaruhi kinerja perusahaan. "Harga batu bara acuan (HBA) pada semester I 2020 ini merosot sekitar 20% dari US$ 65,93 per ton pada Januari 2020 menjadi US$ 52,98 per ton pada Juni 2020," katanya.

Menurut dia, perusahaan tetap melakukan efisiensi kinerja perusahaan tetap positif di tengah volatilitas harga dan turunnya permintaan pasokan batu bara. Strategi efisiensi yang telah dilakukan, katanya, berupaya memangkas biaya angkut dan penurunan stripping ratio. (LK)