LPPF - PT. Matahari Department Store Tbk

Rp 1.475

-35 (-2,37%)

JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) salah satu perusahaan ritel ternama di Indonesia, membukukan kerugian bersih sebesar Rp617 miliar selama Januari-September (9M) 2020 karena penjualannya merosot cukup tajam.

Terry O’Connor, CEO dan Wakil Presiden Direktur LPPF, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai rencana pemulihan bisnis. “Namun peningkatan kunjungan ke gerai kami tertahan oleh PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada September 2020,” ungkap O’Connor lewat siaran pers yang diterima idnfinancials.com.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) kemarin, manajemen LPPF menyebut pendapatan perseroan pada 9M 2020 mencapai 57,5% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp3,33 triliun. Sebagian besar pendapatan perseroan didukung oleh kinerja penjualan ritel yang mencapai Rp2,13 triliun, kemudian penjualan konsinyasi Rp1,15 triliun, dan pendapatan jasa Rp50 miliar.

Dengan melemahnya bisnis ritel LPPF, pihak manajemen juga telah menekan sejumlah biaya operasional. Mulai dari negosiasi uang sewa, sampai dengan pemotongan gaji karyawan.

Saat ini LPPF telah mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di Indonesia. Selama masa pandemi covid-19, perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh investor publik ini, sempat menutup 10 gerai.  (KR)