JAKARTA - Pengelolaan dana pensiun di Indonesia membutuhkan desain ulang sehingga tercipta sistem pensiun yang baik dan sejalan dengan praktik terbaik internasional, kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani.

Menurut Askolani, dana pensiun belum memegang peranan yang signifikan dalam industri keuangan Indonesia meskipun industri dana pensiun tercatat tumbuh dari Rp 561 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 834 triliun di tahun 2017. Ia memaparkan bahwa dana pensiun baru berkontribusi 2,5% kepada sektor keuangan Indonesia, yang masih didominasi perbankan.

“Data ini menunjukkan masih banyak ruang pertumbuhan potensi dana pensiun di Indonesia. Kami sangat terbuka untuk mendengar sharing session dari para panelis dan peserta bagaimana mempromosikan dan mendesain dana pensiun Indonesia di masa depan,” kata Askolani dalam webinar bertajuk “Designing the Optimum Ecosystem of Pension” (Mendesain Ekosistem Pensiun yang Optimal), Kamis (22/10).

Untuk mencapai potensi maksimal, ujar Askolani, dana pensiun harus dikelola dengan baik dan hati-hati. Selain itu, pengelolaan dana pensiun juga harus melibatkan tata kelola investasi yang tepat, manajemen risiko yang efektif, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang kuat. (MS)