JAKARTA. Realisasi investasi selama kuartal ketiga (Q3) 2020 tercatat sebesar Rp209 triliun atau tumbuh 8,9% dari kuartal sebelumnya atau quarter on quarter (qoq), menurut laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, mengklaim pertumbuhan realisasi investasi selama Q3 2020 didukung oleh langkah mitigasi yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi covid-19. “Ini merupakan sinyal positif bahwa investor asing mulai yakin terhadap kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia,” kata Lahadalia lewat siaran pers akhir pekan kemarin.

Sebagai catatan, realisasi investasi pada Q3 2020 terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp102,9 triliun atau 49,2% dari total investasi. Kemudian sisanya 50,8% sisanya atau sebesar Rp106,1 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Berdasarkan lokasi, Pulau Jawa masih menjadi tujuan investasi terbesar pada Q3 2020. Realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai 54,5% dari total realisasi investasi atau sebesar Rp112,1 triliun, sementara sisanya 45,5% atau Rp93,6 triliun direalisasikan di luar Pulau Jawa.

Secara kumulatif, realisasi investasi selama Januari-September 2020 telah mencapai Rp611,6 triliun. Ini setara 74,8% dari target realisasi investasi hingga akhir tahun yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp817,2 triliun. (KR)