JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) tembus Rp6,99 miliar hingga September 2020, didukung oleh penguatan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, mengatakan realisasi rata-rata ICP sampai akhir September kemarin berada di level US$42 per barel. Ini 10,53% lebih tinggi dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2020. “Rata-rata ICP pada APBN-P sendiri ditetapkan US$38 per barel,” kata Agung pada akhir pekan kemarin.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia memperkirakan penerimaan negara dari sektor hulu migas sampai akhir 2020 sekitar US$7,21 miliar. Ini berdasarkan proyeksi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), setelah memperhitungkan dampak dari gelombang kedua dari pandemi covid-19.

“Akibat munculnya gelombang kedua pandemi covid-19, kondisi permintaan minyak dunia masih belum stabil,” ungkap Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas. (KR)