BNLI - PT. Bank Permata Tbk

Rp 2.210

-70 (-3,17%)

JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp 2,6 triliun di akhir kuartal III 2020, tumbuh 20,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal itu disampaikan oleh Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur Utama PT Bank Permata Tbk (BNLI) dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (28/10).

“Kinerja Bank Permata di kuartal III 2020 terjaga solid di tengah hantaman krisis keuangan global akibat pandemi COVID-19," katanya.

Dia mengatakan bahwa pertumbuhan pendapatan operasional itu berasal dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8,6% dan pendapatan non-bunga sebesar 9,0% yoy. Capaian ini, katanya, diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (net income margin/NIM) menjadi 4,4%, meningkat dari 4,2% di periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, penerapan teknologi digitalisasi dalam transaksi perbankan ikut membantu perusahaan meningkatkan rasio efisiensi yang berkelanjutan. Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 59,8%, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 63,6%. "Hal ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi digital Permata Bank selama tahun 2020 dan telah menjadi pilihan utama nasabah dalam beradaptasi dengan masa new normal," katanya. (LK)