BANTUL - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, dan Menengah (KemenkopUKM) mendorong koperasi dan pedagang pasar tradisional untuk merambah platform daring (online) agar dapat bertahan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Untuk mewujudkan hal tersebut, KemenkopUKM bekerjasama dengan perusahaan rintisan (startup) lokal Titipku dalam mengadakan program Pengembangan Pasar Rakyat yang bertujuan membantu digitalisasi pasar tradisional dan dimulai di dua pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Pasar Ngoto dan Pasar Piyungan di Kabupaten Bantul pada hari Senin (9/11).

“Ke depan, diharapkan digitalisasi koperasi dan pasar rakyat juga akan dilakukan di pasar-pasar yang telah kami revitalisasi sejak tahun 2003 sampai 2019 di seluruh Indonesia,” kata Deputi Bidang Koperasi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria br Simanungkalit dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com pada hari Senin.

Dalam program tersebut, Titipku memandu pedagang di Pasar Ngoto dan Pasar Piyungan untuk berjualan melalui kanal online sehingga dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas. KemenkopUKM, imbuh Victoria, berharap agar program ini bisa membangun ekosistem digital di mana masyarakat sekitar pasar dan koperasi dapat saling mendukung perekonomian.

“Adanya kolaborasi antara KemenkopUKM, Dinas Koperasi, pengurus koperasi pasar, dan semua pedagang adalah solusi untuk kemajuan bersama. Di sisi lain, dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk membantu program Pengembangan Pasar Rakyat,” kata CEO Titipku Henri Suhardja. (MS)