ASSA - PT. Adi Sarana Armada Tbk

Rp 760

+20 (+2,63%)

JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berencana menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada bulan Januari tahun 2021.

Dalam rights issue, perusahaan akan menerbitkan 600 juta obligasi konversi zero coupon yang bisa ditukar dengan saham baru setelah tujuh tahun setelah penerbitan. Perusahaan menargetkan dana sebesar Rp 450 miliar dalam aksi korporasi tersebut, yang akan digunakan untuk melunasi pinjaman bank dan mengembangkan anak usaha.

“51,5% dana yang terkumpul ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha anak perseroan seperti PT Tri Adi Bersama (Anteraja), PT Adi Sarana Logistik (Titipaja), dan lainnya, serta sebagai modal untuk mendirikan anak usaha bidang reparasi elektronik (Fixaja), sedangkan sisanya yaitu 48,5% lainnya akan digunakan untuk pelunasan pinjaman bank perseroan,” kata Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Kamis (12/11).

Kepemilikan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini akan terdilusi sebesar maksimal 15,01%. International Finance Corporation (IFC) akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan mengambil bagian obligasi konversi yang tidak diambil pemegang saham.

Lebih lanjut, Prodjo menjelaskan bahwa obligasi tersebut sudah menerima peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dan akan diterbitkan tanpa bunga (non-interest bearing).

“Bila obligasi konversi tidak dikonversi menjadi saham pada saat jatuh tempo, maka ASSA wajib melunasi nilai pokok obligasi konversi ditambah dengan yield-to-maturity sebesar 3,5% per tahun, ditambah 1% dari nilai pokok obligasi konversi pada saat tanggal jatuh tempo,” ujarnya. (MS)