JAKARTA. PT Trimitra Prawara Goldland Tbk memulai penawaran saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) mulai 2-4 Desember 2020 dan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Desember 2020.

Perusahaan properti dengan total aset Rp91,3 miliar ini, telah menetapkan harga penawaran saham IPO senilai Rp100 per saham. Sedangkan jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak 250 juta unit. Sehingga aksi korporasi ini diperkirakan mampu mengumpulkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp25 miliar.

Menurut surat penitipan kolektif di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Trimitra Prawara menunjuk PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk melaksanakan IPO. Kemudian 5 perusahaan sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek. Kelima perusahaan sekuritas tersebut yaitu PT Reliance Sekuritas Tbk (RELI)PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Profindo Sekuritas, dan PT Erdhika Elit Sekuritas.

Menurut data yang dihimpun idnfinancials.com, Trimitra Prawara telah beroperasi sejak 2015 lalu, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp5 miliar. Saat ini modal ditempatkan dan disetor Trimitra Prawara telah mencapai Rp40 miliar, setelah terjadi peningkatan modal sebanyak 2 kali.

Sebagai informasi, pendapatan Trimitra Prawara selama semester I 2020 kemarin anjlok 70,24% secara year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp17,9 miliar. Sedangkan laba bersihnya turun 90,42% secara yoy menjadi sebesar Rp1,27 miliar. Penurunan ini, menurut pihak manajemen, disebabkan oleh pasar properti di Indonesia yang sedang melemah karena pandemi covid-19. (KR)