JAKARTA. Pemegang saham PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sudah memberikan lampu hijau untuk go public karena pasar modal merupakan sumber pendanaan yang efisien untuk mengembangkan kegiatan usaha.

 “Perseroan telah mendapat lampu hijau dari pemegang saham. Insya Allah awal 2022. Rencana awalnya akhir 2021 atau awal 2022,” kata Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi seperti dikutip Bisnis, Kamis (3/12/2020)

Menurut Ira, pertimbangan utama yang mendasari perusahaan untuk go public adalah keinginan untuk tumbuh dengan target pendapatan sebesar Rp6 triliun pada 2024. Keinginan itu memerlukan investasi sangat besar.  “ASDP perlu mencari pendanaan yang efisien, salah satunya melalui pasar modal.”

Perusahaan BUMN itu memiliki dua proyek strategis yang akan jadi prioritas perseroan pasca-IPO, yakni proyek pengembangan Bakauheni sebagai destinasi wisata baru serta rencana akuisisi salah satu perusahaan feri.

Tahun lalu, ASDP membukukan pendapatan Rp3,2 triliun dengan laba bersih Rp315 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dengan pendapatan Rp2,79 triliun dan laba bersih Rp253 miliar. (AM)