LONDON - Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan vaksin virus corona (COVID-19) yang diproduksi Pfizer Inc dan BioNTech.

Menurut Badan Pengawasan Obat-obatan dan Produk Kesehatan (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency/MHRA) Inggris, vaksin tersebut aman untuk diproduksi secara massal dan pemerintah Inggris telah memesan 40 dosis untuk memvaksinasi 20 juta orang.

Seperti diwartakan BBC, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa orang-orang lanjut usia di panti jompo dan staf panti jompo berada di posisi teratas daftar prioritas, disusul oleh orang-orang berusia di atas 80 tahun dan tenaga kesehatan.

Meskipun begitu, Perdana Menteri Boris Johnson meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati karena masih ada sejumlah kendala logistik selama pandemi COVID-19.

"Akan tetap ada kondisi yang sulit di beberapa sektor—tapi sampai vaksin ini beredar kita harus membuat pengorbanan untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi," kata Johnson dalam konferensi pers pada hari Kamis (3/12).

Dalam keterangan resmi, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan bahwa perusahaan tersebut beserta BioNTech fokus "memasok vaksin berkualitas ke seluruh dunia secara aman".

"Persetujuan penggunaan ini merupakan tujuan yang berusaha kami capai sejak pertama kali kami nyatakan bahwa sains akan menang, dan kami menyambut baik kemampuan MHRA dalam melaksanakan penilaian yang berhati-hati dan mengambil tindakan dalam waktu yang tepat untuk melindungi rakyat Inggris," kata Bourla.

"Dengan ribuan orang yang sudah terinfeksi, setiap hari sangat berharga dalam pertarungan untuk mengakhiri pandemi yang menyengsarakan ini." (MS)