BEIJING - Jack Ma, pendiri Alibaba Group Holding Ltd, sudah menghilang dari pandangan publik selama dua bulan terakhir dan memicu spekulasi menyusul kritiknya terhadap pemerintah Tiongkok.

Seperti diwartakan Reuters, Ma belum kembali tampil di depan umum sejak pidatonya dalam sebuah forum di Shanghai pada bulan Oktober 2020. Pidato tersebut mengkritik keras sistem regulasi di Tiongkok dan menimbulkan konflik dengan pejabat-pejabat negara tersebut.

"Sistem finansial saat ini adalah warisan dari Era [Revolusi] Industri," kata Ma dalam pidatonya. "Kita harus membangun sistem yang baru untuk generasi selanjutnya dan anak-anak muda. Kita harus mereformasi sistem yang ada saat ini."

Menyusul pidato tersebut, pemerintah Tiongkok meluncurkan penyelidikan antipakat terhadap Alibaba dan menyebabkan penundaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Ant Group, anak usaha Alibaba yang bergerak di bidang teknologi finansial (tekfin), yang diperkirakan bernilai US$37 miliar.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Jumat (1/1), The Financial Times menyebutkan bahwa posisi Ma sebagai salah satu juri episode terakhir acara kuis berjudul Africa’s Business Heroes juga digantikan, walaupun juru bicara Alibaba mengklaim hal tersebut disebabkan oleh isu penjadwalan.

Di tengah spekulasi mengenai keberadaan Ma, harga saham Alibaba menurun 2,15% di Bursa Efek Hong Kong pada hari Senin (4/1). (MS)