BBHI - PT. Allo Bank Indonesia Tbk

Rp 1.610

-60 (-3,73%)

JAKARTA - PT Mega Corpora (MC) diproyeksikan memiliki 90,59% saham di PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) setelah proses pengambilalihan saham PT Hakimputera Perkasa (HPP) sebanyak 73,71% disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu disampaikan Yohanes, Direktur PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (9/3).

Dikatakannya apabila OJK menyetujui rencana itu, maka MC akan menyuntikkan tambahan modal melalui rights issue BBHI."Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 29 Januari 2021 telah diputuskan pengambilalihan seluruh saham HPP oleh Mega Corpora yang akan efektif setelah persetujuan OJK," jelas Yohanes.

Menurut dia, saat ini MC tengah mengajukan permohonan kepada OJK untuk menjadi induk perusahaan BBHI. Nantinya, sebagai bank di bawah Kelompok Usaha Bank (KUB) dari MC, maka modal inti minimum yang harus dipenuhi BBHI sebesar Rp 1 triliun.

Saat ini, BBHI mencatatkan modal dasar sebesar Rp 1 triliun, modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 418,44 miliar. Pasca pengambilalihan 73,71% saham HPP, maka struktur kepemilikan BBHI pada triwulan I 2021 adalah, MC sebesar Rp 308,44 miliar dan masyarakat Rp 109,99 miliar (26,29%).

Di triwulan II 2021, BBHI memproyeksikan modal dasarnya naik menjadi Rp 3 triliun, serta modal ditempatkan dan disetor BBHI sebanyak Rp 1,168 triliun dengan sruktur kepemilikan MC sebesar Rp 1,05 triliun (90,59%) dan masyarakat Rp 109,99 miliar (9,41%). (LK)